GRAFIK GOLD DINAR DAILY

Gold Comparison 70-80 dan 2000-2014 fr Imam Semar

Gold Comparison 70-80 dan 2000-2014 fr  Imam Semar

Thursday, October 16, 2008

Ekonomi Kasino "Kertas Mengejar Kertas"

Mahatma Gandhi mengingatkan, "Sumber daya ekonomi yang ada di bumi sangat berlimpah untuk mencukupi kebutuhan manusia, tapi jelas tidak memadai untuk memuaskan keserakahan manusia."
 
BANDINGKAN proses pembentukan harga surat berharga dengan harga di pasar kambing. Bila kita membandingkan kambing gemuk dan kambing kurus, dengan mudah kita menentukan harga kambing yang gemuk lebih mahal dibanding harga kambing yang kurus.

Di pasar surat berharga, kita tidak bisa mengatakan harga surat berharga yang dicetak dengan kertas bermutu tinggi lebih mahal daripada surat berharga yang dicetak dengan kertas sederhana. Pembentukan harga di pasar surat berharga merupakan proses yang kompleks.
 
Surat-surat berharga pada dasarnya hanyalah kertas yang mengandung klaim (hak) terhadap kepemilikan atau penguasaan suatu aset riil. Idealnya, harga-harga tersebut mencerminkan secara akurat informasi relevan tentang kondisi internal maupun eksternal perusahaan yang menjualnya (emiten).

Bila informasinya keliru, pada kondisi yang paling buruk, kertas tersebut bisa sama sekali tidak bernilai, tidak berbeda dengan onggokan kertas koran bekas. Tingkat akurasi informasi yang membentuk harga surat berharga inilah yang sering menjadi masalah.

Soalnya, pihak penjual cenderung melebih-lebihkan prospek keuntungan dari surat berharga yang dijualnya. Untuk meyakinkan, tak jarang mereka menggunakan berbagai trik akuntansi yang mengecoh (cosmetic accounting) dan membayar mahal berbagai profesi atau lembaga yang akan menentukan tinggi rendahnya harga surat berharga tersebut.

Dus, pasar surat berharga merupakan salah satu contoh pasar dengan potensi penipuan yang besar.John Maynard Keynes menyebut pasar ini mirip ajang "kontes kecantikan" (beauty contest), dan George Akerlof menyebut pasar ini sebagai "the market for lemons"(pasar mobil bekas) karena ketidakpastian kualitas informasi yang tinggi.
 
Kompleksitas pembentukan harga ini semakin menjadi-jadi karena kekuatan penawaran dan permintaan yang ada lebih sering bersifat semu. Dua praktik yang membuat harga-harga bersifat fiktif adalah praktik short selling dan praktik margin trading. Short selling memperbolehkan orang menjual sesuatu yang belum dimiliki, sehingga sifatnya memperbesar penawaran.

Sementara margin trading memperbolehkan orang untuk membeli melebihi daya beli riilnya,sehingga berdampak memperbesar permintaan. Penawaran dan permintaan yang membesar inilah yang menimbulkan dampak over trading (perdagangan berlebih), yang pada akhirnya melahirkan gelembunggelembung busa (bubbles).
Produksi minyak dunia berada di sekitar 85 juta barel per hari, tetapi perdagangan berjangka (future trading) terhadapnya berada di kisaran 1 miliar barel per hari. Artinya, para spekulan berhasil mempermainkan naik turun harga minyak dengan menciptakan permintaan dan penawaran fiktif di atas perhitungan yang sarat spekulasi.

Kalau harga minyak sudah bisa dipermainkan, rentetan panjang ekonomi kasino terus berlanjut. Yang seyogianya harus dilakukan adalah menegakkan regulasi yang tegas tanpa pandang bulu. Pada pasar dengan tingkat informasi asimetrik yang besar seperti pasar modal, integritas regulator adalah segala-galanya.

Begitu korporasi bangkrut, negara diminta mengongkosinya dengan memakai uang rakyat yang berasal (antara lain) dari pajak. Sistem ekonomi seperti ini mengecundangi pelaku ekonomi kebanyakan (main street) dalam dua entakan sekaligus: menutup kesempatan ekonomi (karena keterbatasan modal) dan membebani biaya bila terjadi kritis. Rasanya, tidak ada peradaban (ekonomi) yang lebih brutal dari model ini.

Perilaku investor di pasar keuangan seolah menjanjikan ilusi keuntungan tanpa batas. Dalam ekonomi "kertas mengejar kertas", berbagai produk turunan (derivatives) dapat diciptakan untuk memberi kesan bahwa sukses keuangan dapat diciptakan di alam maya (abstrak) dan tidak harus didukung aset riil yang mendasarinya (underlying assets). Yang terjadi kemudian adalah paradigma Charles Ponzi, menggunakan uang dari investor baru untuk membayar investor lama, dengan tingkat sofistikasi yang tinggi.
Insha Allah kita sudah selesai wave 3 yang sangat brutal dan volatile. Kalau perkiraan  benar, berikutnya adalah counter rally Idiot wave 4. Ini bisa membawa indeks Dow ke dekat 10500. Kemudian tekanan jual kembali muncul dengan Idiot wave 5. Dan ini kan membawa indeks Dow ke 6660. Angka sial – triple six?

Jika di atas kita berbicara Saham dan bursa komoditas dalam  bentuk  Kertas yang sudah  penuh dengan Spekulasi dan manipulasi dibandingkan asset rilenya  Lalu Bagaimana dengan "alat bayar"nya  yaitu uang kertas /fiat itu sendiri ?.  Anda bisa menebak dengan Jitu  bahwa uang anda yg sekarang ini juga  dilahirkan tanpa di dukung oleh asset  yg tertera dalam nominalnya, So Pasti  selalu uang kertas  ini akan selalu bergejolak sesuai  ekonomi pasar di atas dan sedang menuju kehilangan daya belinya.
Perkembangan kredit di Indonesia.terjadi bubble, properti, pertambangan dan pertanian/perkebunan totalnya mencapai Rp 140 triliun . sedangkan Dibanding dengan sektor Industri (apapun namanya) yang mendekati Rp 240 triliun, ke tiga sektor itu masih kecil. Yang kami takutkan ialah sektor industri itu termasuk agro-industri, industri pertambangan, industri perumahan dan bangunan. Sehingga sektor industri juga sudah masuk fase bubble. Kalau dilihat pertumbuhan sektor Industri juga naik secara parabolik dari tahun 2006 – 2008 bersama sektor bubble pertanian/perkebunan, pertambangan dan properti.

"Emaskan tabungan anda.  Beli emas. Ini sudah menjawab harus berbuat apa sekarang. Uang anda di bank bisa dijamin. Tetapi nilai uang anda tidak bisa dijamin

1 comments:

san aji said...

menurut ekonom awam seperti saya. saham tu ga termasuk dilarang baik disisi agama maupun ekonomi. mungkin yang anda maksud dilarang tu ya short selling nya. memang bentuk nya sekedar kertas tapi kertas itu sebagai bukti sebuah kepemilikan. bahkan emas pun juga harus dibuktikan dengan sebuah kertas. jadi saya kira anda terlalu berlebihan.
just a comment.

Post a Comment