GRAFIK GOLD DINAR DAILY

Gold Comparison 70-80 dan 2000-2014 fr Imam Semar

Gold Comparison 70-80 dan 2000-2014 fr  Imam Semar

Thursday, September 18, 2008

Likuiditas, Nama Baru Inflasi The FED siapkan USD 180 Milyar Liquiditas

Sejarah selalu berulang walaupun tidak sama persis. Oleh sebab itu, dikatakan bahwa kita bisa belajar dari sejarah. Apakah itu untuk kebaikan atau untuk kejahatan. Kekuasaan dan monopoli moneter menjadi landasan Kekaisaran Romawi melakukan mengenceran kadar emas yang terkandung di dalam uang dinarius nya dari 90% menjadi hampir 0% selama 250 tahun. Perlahan tetapi pasti. Atau kalau anda mau mencarinya di internet, cerita tentang John Law dan Duke Philippe d'Orléans berserta Banque Royale (Royal Bank) di tahun 1716 sampai 1720. Sampai-sampai orang Prancis alergi terhadap kata bank. Yang kita jumpai sekarang ini adalah Credit Lyonese atau Credit Suisse. Atau kalau anda buka situsnya Bank Indonesia, dan membaca sejarah Bank Indonesia, anda akan tahu bahwa keuangan republik ini didirikan di atas inflasi untuk membiayai perjuangan kemerdekaan dulu. Atau kalau mau baca majalah atau koran luar negri baru-baru ini tentang Zimbabwe, inflasinya 1700%!!!

Nama baru inflasi saat ini ialah likuiditas. Kalau likuiditas naik artinya, inflasi meningkat. Dipersepsikan bahwa likuiditas adalah obat untuk segala persoalan ekonomi. Pembangunan ekonomi, untuk menggerakkan ekonomi, mencegah dan mengobati krisis ekonomi diperlukan likuiditas yang cukup. Sejak krisis moneter Asia 1997, krisis LTCM (Long Term Capital Management), krismon Russia, sampai krisis bursa Teknologi "DOTCOM" US, likuiditas membanjir. Selama dua tahun terakhir ini terjadi percepatan laju kenaikkan rupiah yang beredar yang cukup mencemaskan, antara 14% -20%. Soal cetak mencetak uang,bukan monopoliIndonesia saja, tetapi juga negara lain. Tahun lalu Uni Eropa 8.5%, US 10%, Cina 19%, India (18%), Afrika Selatan 23% dan Russia 45%.
Selama kurang dari 27 tahun, jumlah US dollar yang beredar naik menjadi 6 kali lipat. Jangan heran kalau kemudian harga-harga bahan dasar naik. Maksudnya, nilai uang turun. Minyak naik dari titik terendahnya $10 per barrel di tahun 1999 sekarang berkisar di level $ 60. Jagung, beras, emas, perak dan komoditas lainnya naik. Lihat trend di grafik berikut ini dan jangan hiraukan unit nya. ( 1 U.S. bushel = 35.24 liter dan 1 oz = 31.1 gram).
Apa yang akan terjadi kedepannya.....What next ? Coba lihat berita ini ....
 
Washington DC - Bank Sentral negara-negara besar bersatu membentuk swap arrangement dalam rangka mengatasi krisis finansial. Sementara Bank Sentral Amerika (Federal Reserve) menyiapkan US$ 180 miliar untuk membantu kekurangan likuiditas. "Langkah ini ditujukan untuk melawan tekanan yang terus meningkat dari pendanaan dalam dolar AS berjangka pendek," jelas  The Fed dalam pernyataannya seperti dikutip dari AFP, Kamis (18/9/2008).

The Fed akan memperluas rencana temporer bagi perbankan pendapatkan US$ 180 miliar guna menyediakan pendanaan dalam dolar baik untuk operasional likuiditas berjangka tertentu atau overnight oleh bank sentral lain. Bank Sentral di berbagai belahan dunia secara besar-besaran telah menggelontorkan dana ke pasar finansial untuk mencegah malapetaka yang ditimbulkan oleh krisis keuangan lembaga-lembaga keuangan besar.

The Fed menyatakan, langkah tersebut termasuk kebijakan teknis lain ditujukan untuk meredam tensi di pasar valas, didesain untuk memperbaiki kondisi likuiditas di pasar finansial global. Langkah The Fed ini diumumkan beberapa saat setelah Bank Sentral Inggris atau Bank of England mengumumkan bahwa bank sentral di seluruh dunia akan menjalin kerjasama mengintervensi pasar.

Langkah yang tidak lazim itu ditempuh setelah pasar saham anjlok tajam termasuk yield US Treasury, harga emas yang melonjak, Morgan Stanley yang dikabarkan mencari pertolongan, serta ketidakpastian setelah nasionalisasi AIG.BoE mengumumkan sebuah paket untuk membantu likuiditas yang didukung oleh Bank Sentral lain seperti Bank Sentral AS, European Central Bank dan Bank of Japan.

"Hari ini Bank of Canada, Bank of England, European Central Bank, Federal Reserve, Bank of Japan dan Swiss National Bank mengumumkan langkah koordinasi yang didesain untuk mengatasi tekanan di pasar yang terus meningkat," kata BoE dalam pernyataannya."Kebijakan tersebut, bersamaan dengan langkah dari bank sentral lain dalam beberapa hari terkhir dimaksudkan untuk memperbaiki kondisi likuiditas di pasar finansial dunia," imbuh BoE.

Di bawah kesepakatan tersebut, maka ECB, BoE dan SNB menyediakan pendanaan overnight dalam doalr untuk pertama kalinya, sementar Bank Sentral Jepang dan Kanada akan melakukan swap baru dengan The Fed. BoJ mengumumkan telah menandatangani swap agreement US$ 60 miliar dengan Fed, sementara kesepakatan swap dengan Bank of Canada meliputi US$ 10 miliar.

Kesepakatan ini menyerupai Bilateral Swap Arrangement yang ditekan oleh sejumlah bank sentral negara Asia. Di bawah kesepakatan tersebut, bank sentral suatu negara boleh menggunakan dana milik bank sentral lain jika terjadi kesulitan likuiditas.

 
Pertannyaannya Simple saja...Dari mana uang sebanyak itu ....dari pembayar pajak ? tentu tidak, maka di dunia ini akan tercetak lagi uang baru sebanyak USD 180 Milyar itu dan bisa kita bayangkan akan terjadi Inflasi besar kedepannya .....orang lain  yg bersalah tapi seluruh  manusia di permukaan bumi yg harus menanggungnya....bertambah miskinlah kita  kedepannya....Wallahu alam bisawab.




 

1 comments:

coffe lover said...

Selamat siang Pak,

Lain kali untuk studi banding, seharusnya wakil rakyat kita pergi ke Zimbabwe jangan lagi ke Eropa dll. (kalo itu sih mau shopping!)

Setahu saya inflasi Zimbabwe sudah jutaan persen Pak, bukan cuma 1700% (17 kali lipat), maaf kalo salah!

Post a Comment