GRAFIK GOLD DINAR DAILY

Gold Comparison 70-80 dan 2000-2014 fr Imam Semar

Gold Comparison 70-80 dan 2000-2014 fr  Imam Semar

Monday, July 7, 2008

Bearish Strategy AS memberi alas pada kejatuhan dollar

Hingga saat ini, AS masih enggan untuk melakukan sesuatu pada penurunan dollar, dan kemungkinan besar tidak akan setuju untuk mengambil langkah drastis . Pelemahan dollar telah membantu mendongkrak ekspor dan menyediakan pendapatan lain bagi pemerintah US untuk menstimulasi ataupun mengobati ekonomi. Pemerintah AS sementara ini hanya memberikan janji-janji dan kata-kata manis untuk kebijakan penguatan dollar karena mereka menyadari jalur untuk menuju penguatan dollar adalah melalui pelemahan nya terlebih dahulu.

Strategi melemahkan

Bank sentral di kawasan Asia yang sudah melakukan intervensi, menyusul penguatan dollar AS dua pekan terakhir, menunjukkan bahwa bank-bank sentral kawasan ini lebih menyukai pelemahan mata uang mereka terhadap dollar AS. Asia membutuhkan pelemahan mata uang itu agar ekspor mereka lebih kompetitif menembus negara maju, khususnya Amerika Serikat (AS) yang perekonomiannya sedang menunjukkan tanda-tanda penguatan.

Strategi pelemahan mata uang bisa jadi dipilih untuk mengimbangi dampak kelesuan ekonomi, terkait dengan rencana China untuk memperlambat ekonominya dan meningkatnya harga minyak. Negara Asia telah semakin terintegrasi dengan China. Impor China dan Asia sekitar tujuh kali lebih banyak dari AS. Sebagian besar negara Asia adalah net importer untuk minyak sehingga peningkatan harga minyak cenderung negatif.

Surplus neraca perdagangan negara Asia memang cenderung menurun sejak semester kedua tahun lalu, sejalan dengan melemahya dollar AS. Kekhawatiran pelemahan mata uang akan memacu inflasi dianggap kurang beralasan bila mencermati kondisi inflasi di Asia yang relatif masih rendah, bahkan ada yang mengalami deflasi.

Penguatan dollar AS bisa bersifat temporer apabila mencermati semakin besarnya defisit neraca perdagangan dan fiskal AS. (anv)

Kekuatan ekonomi utama dunia mengeluarkan isu atas kewaspadaan di pasar keuangan hari Sabtu bahwa mereka tidak akan tinggal diam dan membiarkan dollar melanjutkan penurunan terhadap mata uang lainnya. Dalam langkah yang tidak biasa tersebut, Treasury Secretary AS Henry Paulson, dan Gubernur The Fed Ben Bernanke maupun partner dagang nya dalam negara G-7 mengatakan dalam pernyataannya "Sejak pertemuan kami yang terakhir, terjadi fluktuasi tajam pada mata uang utama, dan kami khawatir terhadap implikasi nya terhadap stabilitas ekonomi maupun keuangan." G-7 yang termasuk diantaranya AS, Inggris, Prancis, Jerman, Itali, Kanada dan Jepang. Kata-kata mereka, meskipun masih sekedar wacana, menandai perubahan kebijakan petinggi setelah meeting G-7 sebelumnya dan terlihat untuk menegaskan bahwa keinginan Group tersebut adalah memberi alas pada kejatuhan dollar. Permisalan ini adalah  jika kita jatuh dari pesawat udara  lebih baik mana " jatuh dg perasut atau langsung terjun bebas"

Pelemahan dollar dapat menyebabkan kenaikan harga minyak dan mengkontribusi tekanan inflasi domestic. Kejatuhan dollar dapat membahayakan lingkaran kenaikan suku bunga serta perlambatan pertumbuhan seiring investor asing yang menarik dana nya dari investasi dollar.  Resikonya, bagaimanapun, pasar dapat berbalik arah dan tetap membuang dollar jika negara G-7 gagal mengambil langkah konkrit untuk mendongkrak mata uang dollar, seperti menaikkan suku bunga AS, menurunkan suku bunga Eropa atau secara langsung mengintervensi pasar."

 


1 comments:

Demi agama dan anak bangsaku said...

Assalamualaikum....

Apa khabar Saudara, Saya Zahid dari Malaysia sedang mencari kenalan dari Indonesia yang boleh membantu saya mencari PT yang boleh membekalkan PT ke Malaysia. Jika ada saudara boleh email saya zahiddaim@yahoo.com

Post a Comment